STIE Perbanas Surabaya

Menu
Pojok Opini

Pojok Opini (6)

Pojok Opini merupakan tulisan-tulisan opini dari warga kampus. Tulisan bisa bersifat komentar atau pembahasan suatu masalah yang bisa menambah perspektif kita. Semoga bermanfaat.

Rate this item
(0 votes)
 
Pergeseran pilihan masyarakat dalam memilih transportasi untuk mobilitas sehari-hari sudah bergeser sedemikian rupa. Transportasi online menjadi pilihan transportasi yang saat ini sudah banyak digunakan masyarakat. Go-Jek, Uber, dan Grab merupakan beberapa transportasi online yang paling diminati di Indonesia karena jangkauan operasinya cukup luas tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Namun demikian, keberhasilan model bisnis transportasi online yang dikembangkan oleh ketiga perusahaan tersebut memacu munculnya beberapa start-up yang memiliki model bisnis yang hampir serupa. Terdapat beberapa perusahaan lokal daerah yang mencoba mencicipi manisnya bisnis transportasi online antara lain adalah Bang-Ojek, BoJek, TeknoJek, TopJek, Jeger Taksi, Ojek ARGO dan masih banyak lainnya.
 
Pada saat yang sama, kehadiran pelaku bisnis transportasi online yang terus berkembang akan meningkatkan persaingan dalam merebut hati para konsumen. Oleh karena itu, hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh perusahan transportasi online adalah menjaga kepuasan pelanggannya. Para ahli pemasaran sepakat bahwa kepuasan pelanggan akan berujung pada loyalitas sehingga pelanggan akan konsisten melakukan pembelian kembali atas produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Kemudian, apa saja yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh perusahaan transportasi online untuk menjaga kepuasan pelanggannya?
 
Salah satu variabel yang memberikan pengaruh terhadap kepuasan pelanggan adalah kualitas layanan yang melekat pada produk atau jasa. Dalam konteks transportasi online, media komunikasi antara perusahaan yang diwakili oleh driver dan pelanggan tersaji dalam bentuk layanan berbasis aplikasi mobile. Pada poin ini, kualitas layanan pada aplikasi mobile menjadi komponen yang kritis dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan transportasi online. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Abu Amar Fauzi dari STIE Perbanas Surabaya yang dipublikasikan oleh Jurnal Manajemen Indonesia pada April 2018 menunjukkan bahwa terdapat empat jurus utama yang harus dilakukan oleh perusahaan penyedia transportasi online di Indonesia untuk memastikan kepuasan pelanggannya yaitu kualitas informasi aplikasi; desain aplikasi; metode pembayaran; serta keamanan dan privasi pengguna aplikasi.
 
Kualitas informasi yang tersaji di dalam aplikasi merupakan komponen yang harus diperhatikan oleh perusahaan penyedia layanan transportasi online. Informasi yang tersaji akan memberikan gambaran mengenai layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. Semakin bagus kualitas informasi pada aplikasi akan memudahkan pelanggan dalam memilih layanan yang tepat bagi mereka. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 149 pengguna layanan transportasi online, secara umum responden menyatakan bahwa kualitas informasi yang tersaji di dalam aplikasi transportasi online sudah relatif bagus. Namun demikian, ada salah satu poin kritis yang menjadi sorotan responden yaitu mengenai informasi kendaraan yang ditampilkan di dalam aplikasi pada saat pemesanan tidak sesuai dengan kendaraan pada saat penjemputan. Hal semacam ini sering dialami oleh responden dimana keadaan ini dapat mempengaruhi kepuasan atas layanan yang diberikan oleh perusahaan transportasi online melalui penyediaan informasi yang akurat di dalam aplikasi. Konsekuensinya, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, memastikan akurasi informasi yang tersaji di dalam aplikasi menjadi sesuatu yang penting bagi perusahaan.
 
Visualisasi yang cantik pada sebuah aplikasi akan mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap kualitas sebuah aplikasi. Perpaduan visualisasi berupa warna, bingkai, gambar, jenis huruf, dan tayangan halaman merupakan komponen utama di dalam desain sebuah aplikasi. Oleh karena itu, pengembangan desain yang atraktif dapat mempengaruhi plihan dan membuat pelanggan merasa puas terhadap sebuah aplikasi transportasi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak, kreatifitas, navigasi, kemudahan dalam membuka aplikasi, kombinasi warna, loading time (waktu tunggu aplikasi), dan kemudahan dalam melakukan pemesanan atau transaksi memberikan pengaruh terhadap kepuasan pelanggan pengguna transportasi online di Indonesia. Namun yang perlu dicatat, responden menganggap bahwa kombinasi warna pada beberapa aplikasi transportasi online sudah cukup bagus. Sebaliknya, kreatifitas dinilai masih saat kurang. Dalam hal ini, perusahaan transportasi online seharusnya terus meningkatkan kualitas dari desain aplikasi melalui peningkatan nilai kreatifitas di dalam aplikasinya sehingga kedepan mampu mendorong peningkatan kepuasan pelanggan setianya.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembayaran yang ditawarkan oleh layanan transportasi online memberikan pengaruh yang signifikan dalam membangun kepuasan pelanggan. Layanan transportasi yang dijembatani melalui aplikasi mobile telah mentransformasi bagaimana pelanggan melakukan pembayaran atas jasa yang diterima. Tidak seperti layanan transportasi konvensional, transportasi online menawarkan beberapa cara dalam melakukan pembayaran layanan selain secara tunai yaitu melalui uang elektronik atau virtual money dan kartu kredit. Pilihan model pembayaran ini selain memberikan kemudahan dalam transaksi juga meningkatkan kecepatan dalam memberikan layanan prima kepada pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan transportasi online diharapkan terus melakukan inovasi mengenai metode pembayaran layanan. Perusahaan transportasi online harus terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi keuangan sehingga dapat meningkatkan pilihan metode pembayaran terbaru kepada pelanggannnya.
 
Keamanan dan privasi pada transportasi online merupakan isu yang penting untuk diperhatikan. Hal ini menyangkut keamanan dan kesalamatan konsumen selama menikmati layanan transportasi online. Walaupun berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum responden menilai transportasi online telah memberikan keamanan dan mampu menjadi privasi pelanggannya, perusahaan transportasi online harus secara berkesinambungan melakukan peningkatan atas keamanan proses layanannya. Jika hal ini diabaikan oleh penyedia layanan transportasi online maka akan dengan cepat melemahkan kepuasan pelanggannya. Keempat komponen tersebut yaitu kualitas informasi aplikasi, desain aplikasi, metode pembayaran, serta keamanan dan privasi menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi online. Karena sifat teknologi berkembang dengan cepat melebihi perubahan yang dapat dilakukan perusahaan maka feksibilitas dan responsif atas perubahan lingkungan bisnis harus terus ditingkatkan. Pada konteks transportasi online, peningkatan kualitas layanan elektronik dengan meningkatkan empat komponen tersebut akan mampu memberikan kepastian terhadap peningkatan kepuasan konsumen dalam rangka memenangkan kompetisi pada bisnis yang semakin ketat.
 
Penulis Abu Amar Fauzi, S.S., M.M.
Dosen Program Studi Sarjana Manajemen STIE Perbanas Surabaya

 

Kamis, 12 April 2018 22:56

Membedah Kinerja Bank Syariah Di Indonesia

Written by
Rate this item
(0 votes)
 
Jumlah Bank Syariah naik dari hanya 3 bank pada tahun 2007 menjadi 11 bank pada tahun 2010. Selama periode 2006 hingga 2013 tingkat pertumbuhan kredit rata-rata berkisar pada angka 37 persen dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 36 persen per tahun. Pada periode ini return on assets (ROA) bergerak sekitar 1,5 persen per tahun.
 
Pertumbuhan kredit dan DPK yang pesat ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan bank yang sesuai dengan prinsip Islam. Sebagian besar pertumbuhan ini berasal dari nasabah Bank Umum Konvensional yang berpindah ke Bank Umum Syariah (BUS). Perkembangan dalam kredit dan DPK Bank Syariah ini dibarengi dengan peningkatan jumah kantor bank. Jumlah kantor pada tahun 2010 meningkat sekitar 3 kali lipat dibanding jumlah kantor pada 2007, yaitu dari 401 kantor BUS menjadi 1.215 kantor BUS. 
 
Masa-masa keemasan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia seperti yang diuraikan di atas telah berakhir pada tahun 2013. Pertumbuhan kredit BUS yang sangat tinggi selama periode 2007 hingga 2013 tampaknya tidak dibarengi dengan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Non performing financing (NPF) mulai merangkak naik ke atas 3 persen pada tahun 2013, mencapai puncaknya sebesar 4,95 persen pada tahun 2014, dan setelah itu sedikit mengalami penurunan menjadi 4,42 persen akhir tahun 2017. Angka ini jauh diatas NPL bank konvensional yang nilai sekitar 3 persen pada akhir tahun 2017. 
 
Permasalahan pembiayaan bermasalah di perbankan Syariah bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, berlimpahnya DPK menyebabkan Bank Syariah kelebihan likuditas sehingga mendorong Bank Syariah memperlonggar kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Dengan kata lain, Bank Syariah menjadi kurang selektif dalam pemilihan nasabah pembiayaan. Financing to deposit ratio (FDR) Bank Syariah sempat di atas 100 persen pada tahun 2014. Hal ini menandakan bahwa Bank Syariah terlalu ekspansif (over expansive) dalam pembiayaan. Kontributor utama pembiayaan bermasalah pada tahun 2017 adalah pembiayaan bagi hasil, khususnya Musyarakah dengan NPF sebesar 5,79 persen. 
 
Kedua, pembiayaan Syariah berbasis bagi hasil, seperti mudharabah dan musyarakah, tidak bisa lepas dari kondisi sektor riil. Pada saat pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah pada kisaran 5 persen maka secara umum dunia industri lesuh. Pada tahun 2015 – 2017, hal ini khususnya menimpah sektor pertambangan, komoditas dan berbagai industri terkait, seperti alat berat.  
 
Terakhir, ketersediaan sumber daya yang kompeten. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bank Syariah memenuhi kebutuhan SDM dengan dua cara, yaitu “membajak” SDM dari bank konvensional dan “memaksa” rekrutan baru untuk menjadi account officer kredit. Perbedaaan dalam prinsip pembiayaan di Bank Konvensional yang menekankan hubungan debitur-kreditur dan pengenaaan beban bunga yang bersifat tetap sangatlah berbeda dengan konsep di Bank Syariah yang menekankan pada hubungan kemitraan (partnership) dan berbagi keuntungan dan risiko atas pembiayaan. Konsep kemitraan ini menuntut staf kredit Bank Syariah untuk sangat memahami proses bisnis nasabah sehingga memberikan alternatif solusi atas permasalahan pembiayaan yang dihadapi oleh nasabah. Kompetensi ini tentu saja tidak mudah dimiliki, terutama oleh pegawai baru.
 
Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Perbankan Syariah di Indonesia ini juga berdampak pada kebutuhan SDM. Bila sejak tahun 2005 hingga 2015 pertumbuhan SDM di Bank Syariah sekitar 20 persen per tahun maka sejak tahun 2016 hampir tidak ada penambahan SDM. Memperhatikan kondisi ekonomi saat ini yang belum sepenuhnya membaik, pertumbuhan pembiayaan berkisar 10 - 15 persen serta tingkat pembiayaan bermasalah yang saat ini masih tinggi maka selama tahun 2018 diperkirakan tidak banyak terjadi rekrutmen pagawai baru di Perbankan Syariah.
Penulis: Dr. Lutfi (Pengamat Perbankan STIE Perbanas Surabaya)
 

 

Rate this item
(0 votes)
 
Promosi merupakan salah satu bauran pemasaran yang tidak boleh diabaikan oleh perusahaan dalam rangka pemasaran produk maupun jasanya. Promosi merupakan suatu langkah dimana perusahaan berusaha mengkomunikasikan produknya kepada masyarakat sehingga masyarakat yang juga merupakan target pasar dari produk tersebut bisa mengenal, mengevaluasi dan pada akhirnya menggunakan produk tersebut. Sebagus apapun produk tersebut diproduksi oleh perusahaan, jika fungsi promosi yang dilakukan tidak berjalan dengan baik maka kemungkinan produk tersebut dikenal dan digunakan sebagai alternatif pilihan oleh target pasar juga semakin kecil. Oleh karena itu, promosi memiliki posisi penting dalam proses pemasaran suatu produk kepada target pasar. Maha guru pemasaran Philip Kotler menyebutkan terdapat lima bauran promosi yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam rangka memaksimalkan kegiatan promosinya yaitu periklanan (advertising), hubungan dengan masyarakat (public relation), penjualan persolan (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), penjualan langsung (direct marketing).
 
Diantara salah satu bauran pemasaran tersebut, periklanan atau advertising menjadi satu hal yang menarik untuk kita bahas lebih lanjut. Kalau kita cermati bersama bahwa perkembangan periklanan berbanding lurus dengan perkembangan teknologi . Selain itu, perkembangan saluran periklanan pun memiliki kecenderungan linier dengan perubahan perilaku masyarakat. Sebelum berkembangnya teknologi digital seperti saat ini, saluran periklanan masih terbatas pada media-media seperti radio, televisi, koran, majalah, tabloid, baliho, billboard dan lain sebagainya karena memang media tersebut menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencari informasi. Tarif beriklan pada media-media tersebut juga terbilang tinggi sehingga hanya perusahaan-perusahaan besar dengan kapitalisasi yang besar yang dapat memanfaatkan saluran periklanan tersebut. Namun, kondisi saat ini dengan kehadiran teknologi, saluran periklanan telah berkembang sedemikian rupa. Salah satu saluran periklanan yang sedang berkembang adalah online car branding yang mulai marak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk media beriklan. Meskipun saluran periklanan seperti televisi, koran, majalah, tabloid, baliho, billboard dan sebagainya masih digunakan oleh banyak perusahaan sebagai media periklanan, online car branding menawarkan terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan nilai tambah kepada perusahaan yang beriklan. Online car branding dilakukan dengan menempelkan stiker non permanen suatu produk tertentu pada badan mobil yang digunakan berkendara untuk menjangkau jarak tertentu di suatu wilayah.
 
Online car branding menawarkan pilihan beriklan yang efektif dan efisien kepada perusahaan yang beriklan. Sesuai dengan karakteristik tampilan periklanannya, online car branding dapat kita bandingkan dengan iklan di media billboard. Jika dibandingkan dengan billboard, online car branding menawarkan harga yang jauh lebih murah dengan tingkat visibilitas yang jauh lebih luas karena sifatnya yang dinamis. Hal tersebut berbeda dengan billboard yang sifatnya statis pada tempat-tempat strategis tertentu di suatu wilayah sehingga visibilitas atas iklan yang ditampilkan terbatas pada orang yang melalui suatu wilayah dimana billboard tersebut berada. Selain itu, ketika beriklan melalui media billboard, berapa jumlah target pasar yang melihat iklan kita tidak dapat diketahui secara kuantitatif karena memang sejauh ini belum ada alat untuk mengukur hal tersebut. Namun, online car branding dengan memanfaatkan teknologi GPS (Global Positioning System) dan perangkat lunak lainnya dapat mengukur efektifitas iklan. Pengiklan dapat memantau kinerja iklan secara real-time pada layar monitor smartphone untuk mengetahui kemana saja mobil bergerak, berapa kilometer mobil tersebut telah berjalan, berapa kali iklan tersebut terlihat oleh target pasar (impression), dan berapa biaya iklan saat itu harus dikeluarkan oleh perusahaan dapat ditampilkan secara lengkap. Bahkan, dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, online car branding berkembang sedemikian rupa dengan tidak hanya menempatkan iklan dengan stiker di bodi mobil tetapi ada juga yang menggunakan LED monitor layaknya videtron yang dapat menampilkan visualisasi iklan yang berganti sesuai dengan keinginan pengiklan.
 
Di Indonesia, perkembangan online car branding tidak terlepas dengan perkembangan transportasi online di Indonesia khususnya jenis mobil. Dengan pembagian keuntungan yang relatif menjanjikan, banyak mitra dari transportasi online juga memanfaatkan mobil mereka sebagai car branding untuk produk-produk tertentu. Gaya baru beriklan di Indonesia dengan menggunakan online car branding tampaknya akan mengalami perkembangan yang signifikan dan bisa menjadi industri yang menjanjikan keuntungan. Selain itu, melalui pemanfaatan teknologi, keuntungan pada insdutri periklanan tidak hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan agensi periklanan namun bisa dinikmati oleh setiap masyarakat yang memiliki kendaraan dan menangkap peluang tersebut. Selain itu, online car branding bisa menjadi salah satu solusi alternatif bagi pebisnis pemula sebagai tempat beriklan yang efektif, berdampak luas, terukur namun dengan harga yang relatif terjangkau.
 

 

Rate this item
(4 votes)
Kehadiran transportasi online yang mengedepankan pemanfaatan teknologi untuk kemudahan manusia nyatanya tidak selamanya dipandang positif oleh semua pihak. Para pelaku industri transportasi konvensional merupakan pihak yang terkena dampak secara langsung karena pendapatan mereka menurun tajam setelah munculnya transportasi berbasis aplikasi online. Dari situlah munculnya penolakan dan pembatasan kehadiran transportasi online di beberapa tempat di Indonesia. Kejadian tersebut telah banyak menyita perhatian kita dan tentunya merugikan masyarakat luas pengguna jasa transportasi online. Namun, bagaimana sebenarnya fenomena transportasi online hadir sedemikian rupa dan menjadi sebuah isu yang selalu hangat untuk dibicarakan? Mari kita uraikan bersama fenomena transportasi online di Indonesia dari perspektif yang berbeda yaitu perilaku konsumen masyarakat Indonesia. Perspektif ini penting untuk kita pahami bersama karena dalam kajian ilmu pemasaran di era modern ini, strategi pemasaran yang berorientasi kepada konsumen merupakan sebuah keniscayaan dan hal tersebut yang akan mengantarkan kesuksesan bagi perusahaan.
 
Kehidupan manusia berkembang pesat dari masa ke masa. Dahulu, nenek moyang kita jika ingin memasak nasi, mereka harus bersusah payah dan menjalankan begitu banyak langkah hingga nasi bisa dihidangkan di meja makan. Namun, apakah hal tersebut masih umum kita jumpai di masyarakat Indonesia saat ini? Kita pasti bersepakat untuk menjawab “tidak”. Kemudian, ketika menjelang perayaan Idul Fitri, Natal, danTahun Baru, masyarakat kita beramai-ramai untuk mengirimkan kartu ucapan kepada keluarga, sanak famili dan rekan kerja dengan menggunakan layanan pos. Namun, apakah hal tersebut masih menjadi suatu hal yang umum di kalangan masyarakat Indonesia? Sekali lagi kita pasti akan bersepakat untuk menjawab “tidak”. Kedua ilustrasi sederhana tersebut telah menggambarkan bagaimana kehidupan manusia terus berkembang dengan perubahan yang begitu cepat. Fitrah manusia untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan lebih baik mendorong manusia untuk menciptakan teknologi. Kehadiran teknologi tanpa bisa kita hindari telah mampu merubah wajah dunia dan menjadikan dunia seolah-olah tanpa batas.
 
Pada poin ini, mari kita coba tarik kedua fenomena tersebut pada kondisi saat ini terkait dengan transportasi online. Tidakkah masyarakat Indonesia pada umumnya telah menempatkan transportasi online sebagai transportasi yang lazim digunakan? Kita pasti bersepakat menjawab “ya”. Hal ini terjadi sedemikian rupa karena telah terjadi perubahan besar terhadap kebiasaan dan perilaku masyarakat Indonesia. Faktor utama yang mendasari terjadinya perubahan adalah kehadiran teknologi smartphone. Penetrasi teknologi digital berupa smartphone di Indonesia begitu luar biasa. Berdasarkan data yang dihimpun oleh lembaga survei emarketer disebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pengguna smartphone terbesar ketiga di Asia Pasifik setelah Cina dan India. Bahkan, jumlah smartphone yang aktif digunakan di Indonesia kurang lebih 208 juta unit melebih jumlah penduduk Indonesia sejumlah 200 juta jiwa. Selain itu, smartphone bagi masyarakat modern tak terkecuali masyarakat Indonesia ibarat baju yang terus melekat sepanjang hari. Mereka menggunakannya setiap saat dan dimana saja dalam rutinitas sehari-hari dan bahkan cara bersosialisasi dengan keluarga, teman, dan rekan kerja pun telah berubah dengan menggunakan fasilitas yang berada di smartphone mereka melalui aplikasi media sosial.
 
Perubahan perilaku masyarakat modern inilah yang telah ditangkap oleh perusahaan aplikasi transportasi online seperti Go-Jek, Grab, dan Uber. Bagaimana perubahan perilaku masyarakat yang dipengaruhi kehadiran teknologi smartphone dikaitkan dengan kebutuhan transportasi dimana masih terdapat celah yang begitu lebar yang belum digarap oleh transportasi konvensional. Dengan memberikan nilai tambah pada konsumen, transportasi online menawarkan sebuah layanan aplikasi berbasis smartphone untuk memenuhi tidak hanya sekedar transportasi tetapi juga layanan antar, layanan pesan antar makanan dan layanan lainnya dengan cepat dan harga relatif terjangkau. Karena kehadiran transportasi online mampu menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat modern yang dekat dengan teknologi, perkembangan transportasi online pun berkembang pesat dan mampu menggoyang kemapanan dari transportasi konvensional.
 
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ada salah satu teori yang dapat digunakan untuk menggambarkan fenomena tersebut yaitu teori Technology Acceptance Model (TAM). Teori ini sangat popular dalam menjelaskan adanya adopsi penggunaan teknologi baru di tengah-tengah masyarakat. Teori ini dikemukakan oleh Fred D. Davis pada tahun 1989. Dalam teori tersebut digambarkan bahwa manusia akan mudah untuk terpancing menggunakan teknologi baru jika teknologi tersebut dirasakan memiliki dua hal penting. Pertama, manusia merasa bahwa teknologi baru tersebut mampu membantu dalam aktivitas kehidupannya. Pada poin ini, transportasi online dirasakan oleh masyarakat luas mampu membantu memberikan kemudahan dalam penyediaan transportasi untuk mobilisasi masyarakat dari rumah ke sekolah, tempat kerja atau bahkan tempat-tempat hiburan lainnya. Kedua, manusia merasa bahwa teknologi baru tersebut mudah untuk digunakan atau dioperasikan. Pada poin ini, transportasi online menyediakan layanan berbasis aplikasi yang sederhana dan mudah digunakan oleh siapa saja dan dapat dibawa kemana saja mereka berada. Kedua hal tersebut, faktanya telah melekat pada layanan transportasi online yang memenuhi ekspektasi dan sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat modern. sehingga dapat kita simpulkan bersama bahwa transportasi online merupakan sebuah terobosan baru yang peka dengan perubahan perilaku masyarakat modern itu sendiri sehingga tidak mengherankan bahwa kehadirannya dalam waktu singkat telah merubah peta industri transportasi nasional. Sebaliknya, selama ini kepekaan terhadap perubahan perilaku masyarakat Indonesia belum dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan sebagai strategi bisnis perusahaan transportasi konvensional.
 
Penulis
Abu Amar Fauzi, S.S., MM.
Dosen Prodi Sarjana Manajemen
STIE Perbanas Surabaya

 

Rate this item
(0 votes)
 
Fintech merupakana salah satu sektor yang tumbuh paling cepat dalam indusri jasa keuangan global dengan total investasi meningkat dari US$100 juta pada tahun 2008 menjadi sekitar US$ 40 juta di tahun 2017, dengan tingkat pertumbuhan selama 41 persen selama empat tahun terakhir (PWC Global Financial Report 2017). Pertumbuhan Fintech tidak bisa terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat saat ini yang didominasi oleh pengguna teknologi informasi dengan tuntutan hidup yang serba cepat. Saat ini terjadi pergeseran dari generasi baby boomers (lahir 1946 – 1964) dan generasi X (lahir 1965 – 1976) ke generasi Y (lahir tahun 1977 – 1995) dan generasi Z (lahir mulai 1996), yang dikenal dengan generasi milenial dan sentenial. Hal ini diperparah lagi tingkat kemacetan yang luar biasa di berbagai kota besar. Masyarakat seakan tidak punya waktu lagi untuk datang ke bank atau ATM untuk mentransfer dana atau ke tempat perbelanjaan untuk mencari barang. Fintech menawarkan layanan transaksi perdagangan dan pembayaran yang efektif dan efisien.
 
Fintech di Indonesia
Di Indonesia, Fintech juga mengalami perkembangan sangat cepat. Pelaku FinTech tumbuh sekitar 39% pada tahu 2017 (DailySocial Fintech Report 2017). Jumlah start-up FinTech naik dari sekitar 140 pada tahun 2016 perusahaan menjadi sekitar 190 perusahaan pada tahun 2017.
Terdapat empat jenis layanan Fintech di Indonesia yang dibagi berdasarkan jenis inovasinya, yaitu payment gateway, pinjaman online (peer to peer lending), aggregator, dan crowdfunding (marketplace). Jenis payment gateway mendominasi Fintech di Indonesia, yaitu dengan pangsa pasar 39%, yang diikuti secara berurutan oleh peer to peer lending, aggregator, dan crowdfundings masing-masing dengan pangsar 24%, 11%, dan 8%. Beberapa bank yang menawarkan payment gateway antara Mandiri Clickpay, BCA Clickpay, dan CIMB Cliks. Terdapat juga perusahaan yang menawarkan pembayaran melalui mobile payment, seperti Go-Pay dari Go-Jek dan T-Cash dari Telkomsel. Layanan peer to peer lending memerikan jasa pinjaman modal secara online. Beberapa pemain utama antara lain Modalku, InvesTree dan Mekar. Financial aggregator merupakan perusahaan Fintech yang memberikan solusi perbandingan produk-produk keuangan. Beberapa Fintach financial aggregator adalah AturDuit.com; CekAja.com; dan Cermati.com
 
Memperhatikan perkembangan Fintech yang sangat cepat ini Bank Indonesia menerbitkan peraturan tentang penyelenggaran Teknologi Finansial (PBI No. 19/12/PBI/2017). Peraruran ini meminta semua penyelenggara Fintech yang melakukan kegiatan sistem pembayaran untuk mendaftarakan ke Bank Indonesia. Peraturan ini mewajibkan penyelenggara Fintech untuk menerapkan prinsip perlindungan konsumen; menjaga kerahasiaan data dan/atau informasi konsumen termasuk data dan/atau informasi transaksi; menerapkan prinsip manajemen risiko dan kehati-hatian; menggunakan rupiah dalam setiap transaksi; dan menerapkan prinsip anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme.
 
Strategi Perbankan
Perkemnangan FinTech memunculkan persaingan langsung antara Fintech dengan bank. Selain itu Fintech juga mencari mitra atau menjual layanannya kepada lembangan keuangan. Strategi pertama adalah melalui kolaborasi bank dan Fintech. Terdapat manfaat bagi kedua belah pihak dalam model kolaboratif. Fintech memperoleh akses ke berbagai sember pertumbuhan, seperti pelanggan, distribusi, data, modal, pengalaman, lisensi, dan kepercayaan. Sedang bank mendapatkan akses ke ide-ide baru, solusi, kapabilitas, pengetahuan, dan peluang investasi potensial dari Fintech yang memiliki struktur biaya yang jauh lebih rendah.
 
Kedua, strategi kedua adalah miliki sendiri. Pilihan dengan biaya tertinggi adalah platfomisasi atau transformasi digital. Bank menjadi hub digital sebenarnya untuk onestop shoping, gaya hidup, dan jasa perjalanan. Strategi ketiga adalah bertahan melakukan paling tidak mematuhi regulasi dengan biaya rendah. Namun strategi ini bisa menyebabkan bank menghadapi risiko kehilangan perilaku pengeluaran nasabah dan dalam jangka panjang bank bisa keluar dari persaingan.
 
Penulis: Dr. Lutfi (Pengamat Perbankan STIE Perbanas Surabaya)
 
Rate this item
(0 votes)

Pada tanggal 18 Maret 2018 lalu masyarakat Indonesia dikejutkan oleh berita terjadinya kejahatan skimming yang menimpah nasabah Bank BRI di Kediri Jawa Timur. Total kerugian kejahatan skimming di Bank BRI dalam kejadian ini adalah sekitar Rp.145 juta. Selang sehari berikutnya muncul berita serupa yang menimpah nasabah Ban Mandiri, dengan total kerugian diperkirakan Rp.260 juta. Dilihat dari sisi besarnya kerugian maka kasus yang nasabah di kedua bank nasional papan atas tersebut tidak terlalu besar. Namun kejadian ini memberikan dampak psikologis negatif yang cukup besar bagi masyarakat pemiliki dana di bank. Meskipun pihak bank bertanggungjawab sepenuhnya untuk menanggung dana nasabah yang hilang karena kejahatan skimming ini, namun masyarakat mempertanyaan tingkat keamanan atas dana dan data pribadi mereka di bank.

Apa itu skimming?

Skimming merupakan tindakan kejahatan berbantuan teknologi yang dilakuan dengan menyalin data nasabah yang tersimpan pada strip magnetik kartu debit atau kartu kredit ketika nasabah tersebut menempatkan karti di mesin ATM tunai. Para penjahat menggunakan perangkat kecil yang tak terlihat yang di pasang di depan slot kartu kredit pada mesin ATM guna menyalin data nasabah tanpa mereka menyadarinya. Pada saat yang sama pelaku kejahatan mencoba melihat nomor pin nasabah dengan memnfaatkan kamera kecil atau melihat dari atas bahu nasabah. Selanjutnya, data yang dicuri digunakan membuat kartu palsu.

Bentuk lain dari skimming adalah perangkap kartu (card trapping). Pelaku kejahatan memasang suatu alat (benda) untuk memastikan kartu nasabah terperangkap di mesin ATM. Pelaku memanfaatkan kesempatan ketika nasabah pergi mencari bantuan. 

Dapatkah CCTV mencegah skimmimg?

Pemantauan video dengan CCTV memberikan banyak manfaat dalam hal penyelidikan setelah kejahatan. Pemasangan CCTV juga membuat pelaku kejahatan skimmer untuk berpikir tentang penempatan perangkat skimming di lokasi tersebut. Namun hal ini tidak dengan sendirinya mampu menangkap pelaku atau memecahkan kejahatan skimming, terutama bila hanya ada satu CCTV. Penggunaan CCTV akan sangat efektif bila minimal terdapat dua CCTV untuk memantau suatu lokasi tertentu.

ATM yang diincar Pelaku

Sebelum menempatkan alat skimming, pelaku kejahatan mempelajari kebiasan di tempat dan sekitar ATM. Pelaku mengharapkan bahwa alat skimming yang dipasang mampu merekam banya data nasabah maka ATM yang dipilih adalah yang banyak terjadi transaksi namun minim pengawasan atau orang di sekitar cenderung sibuk sendiri atau tidak peduli. ATM yang berada di lokasi wisata sering menjadi sasaran pelaku skimming karena kesibukan dan ketidak pedulian orang sekitar. Tempat pertokoan sangat menarik pelaku untuk memasang alat skimming karena frekuensi transaksinya sering. Dalam kasus belakangan ini di Bank BRI dan Bank Mandiri, lokasi penempatan alat ditempat yang tidak terlalu ramai sehingga nilai kerugian relative sedikit.

Serangan Skimming dan Respon Bank

Serangan skimming terjadi dalam waktu pendek, umumnya sekitar satu atau dua jam. Meskipun waktunya pendek, namun kerugian yang dapat dialami nasabah bisa ratusan juta atau bahkan milyar rupiah bila di ATM yang dipasang alat tersebut banyak terjadi transaksi

Bagi bank memiliki kemampuan teknologi canggih dan pengawasan teratur pada mesin ATM, kejadian skimming dapat segera diindentifikasi. Bank dalam kategori ini dapat menditeksi kejahatan skimmimg dalam waktu tiga hingga empat jam. Meskipun cepat terditeksi namun kerugian bisa sangat besar.

 

Tip Keamanan ATM

- Jangan pernah menyerahkan ATM ke seseorang di ATM apapun alasannya

- Jangan pernah memperbolehkan seseorang di ATM membantu anda, meskipun mereka seperti pegawai bank atas petugas keamanan

- Perhatikan orang berdiri disekitar anda ketika anda melakukan transaksi di ATM

- Pastikan anda menutupi no PIN ketika memasukkannya di ATM

- Jangan pernah menggunakan ATM yang kelihatan rusak atau tidak terawatt

- Selalu gunakan ATM yang berada di tempat terang

- Gunakan ATM yang dipantau kamera CCTV

 
 

Alamat Kampus

  • Kampus 1: Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya
  • Kampus 2: Jl. Wonorejo Timur 16 Surabaya
  • Telp. 031-5947151, 031-5947152 Fax. 031-5935937
  • Hotline Telp/SMS/WA: 0858 9597 9800
  • email: humas@perbanas.ac.id
Anda disini: Beranda Pojok Opini