STIE Perbanas Surabaya

Menu
Senin, 02 April 2018 11:10

Fenomena Transportasi Online: Sebuah Perspektif Perilaku Konsumen

By Abu Amar Fauzi
Rate this item
(4 votes)
Kehadiran transportasi online yang mengedepankan pemanfaatan teknologi untuk kemudahan manusia nyatanya tidak selamanya dipandang positif oleh semua pihak. Para pelaku industri transportasi konvensional merupakan pihak yang terkena dampak secara langsung karena pendapatan mereka menurun tajam setelah munculnya transportasi berbasis aplikasi online. Dari situlah munculnya penolakan dan pembatasan kehadiran transportasi online di beberapa tempat di Indonesia. Kejadian tersebut telah banyak menyita perhatian kita dan tentunya merugikan masyarakat luas pengguna jasa transportasi online. Namun, bagaimana sebenarnya fenomena transportasi online hadir sedemikian rupa dan menjadi sebuah isu yang selalu hangat untuk dibicarakan? Mari kita uraikan bersama fenomena transportasi online di Indonesia dari perspektif yang berbeda yaitu perilaku konsumen masyarakat Indonesia. Perspektif ini penting untuk kita pahami bersama karena dalam kajian ilmu pemasaran di era modern ini, strategi pemasaran yang berorientasi kepada konsumen merupakan sebuah keniscayaan dan hal tersebut yang akan mengantarkan kesuksesan bagi perusahaan.
 
Kehidupan manusia berkembang pesat dari masa ke masa. Dahulu, nenek moyang kita jika ingin memasak nasi, mereka harus bersusah payah dan menjalankan begitu banyak langkah hingga nasi bisa dihidangkan di meja makan. Namun, apakah hal tersebut masih umum kita jumpai di masyarakat Indonesia saat ini? Kita pasti bersepakat untuk menjawab “tidak”. Kemudian, ketika menjelang perayaan Idul Fitri, Natal, danTahun Baru, masyarakat kita beramai-ramai untuk mengirimkan kartu ucapan kepada keluarga, sanak famili dan rekan kerja dengan menggunakan layanan pos. Namun, apakah hal tersebut masih menjadi suatu hal yang umum di kalangan masyarakat Indonesia? Sekali lagi kita pasti akan bersepakat untuk menjawab “tidak”. Kedua ilustrasi sederhana tersebut telah menggambarkan bagaimana kehidupan manusia terus berkembang dengan perubahan yang begitu cepat. Fitrah manusia untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan lebih baik mendorong manusia untuk menciptakan teknologi. Kehadiran teknologi tanpa bisa kita hindari telah mampu merubah wajah dunia dan menjadikan dunia seolah-olah tanpa batas.
 
Pada poin ini, mari kita coba tarik kedua fenomena tersebut pada kondisi saat ini terkait dengan transportasi online. Tidakkah masyarakat Indonesia pada umumnya telah menempatkan transportasi online sebagai transportasi yang lazim digunakan? Kita pasti bersepakat menjawab “ya”. Hal ini terjadi sedemikian rupa karena telah terjadi perubahan besar terhadap kebiasaan dan perilaku masyarakat Indonesia. Faktor utama yang mendasari terjadinya perubahan adalah kehadiran teknologi smartphone. Penetrasi teknologi digital berupa smartphone di Indonesia begitu luar biasa. Berdasarkan data yang dihimpun oleh lembaga survei emarketer disebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pengguna smartphone terbesar ketiga di Asia Pasifik setelah Cina dan India. Bahkan, jumlah smartphone yang aktif digunakan di Indonesia kurang lebih 208 juta unit melebih jumlah penduduk Indonesia sejumlah 200 juta jiwa. Selain itu, smartphone bagi masyarakat modern tak terkecuali masyarakat Indonesia ibarat baju yang terus melekat sepanjang hari. Mereka menggunakannya setiap saat dan dimana saja dalam rutinitas sehari-hari dan bahkan cara bersosialisasi dengan keluarga, teman, dan rekan kerja pun telah berubah dengan menggunakan fasilitas yang berada di smartphone mereka melalui aplikasi media sosial.
 
Perubahan perilaku masyarakat modern inilah yang telah ditangkap oleh perusahaan aplikasi transportasi online seperti Go-Jek, Grab, dan Uber. Bagaimana perubahan perilaku masyarakat yang dipengaruhi kehadiran teknologi smartphone dikaitkan dengan kebutuhan transportasi dimana masih terdapat celah yang begitu lebar yang belum digarap oleh transportasi konvensional. Dengan memberikan nilai tambah pada konsumen, transportasi online menawarkan sebuah layanan aplikasi berbasis smartphone untuk memenuhi tidak hanya sekedar transportasi tetapi juga layanan antar, layanan pesan antar makanan dan layanan lainnya dengan cepat dan harga relatif terjangkau. Karena kehadiran transportasi online mampu menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat modern yang dekat dengan teknologi, perkembangan transportasi online pun berkembang pesat dan mampu menggoyang kemapanan dari transportasi konvensional.
 
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ada salah satu teori yang dapat digunakan untuk menggambarkan fenomena tersebut yaitu teori Technology Acceptance Model (TAM). Teori ini sangat popular dalam menjelaskan adanya adopsi penggunaan teknologi baru di tengah-tengah masyarakat. Teori ini dikemukakan oleh Fred D. Davis pada tahun 1989. Dalam teori tersebut digambarkan bahwa manusia akan mudah untuk terpancing menggunakan teknologi baru jika teknologi tersebut dirasakan memiliki dua hal penting. Pertama, manusia merasa bahwa teknologi baru tersebut mampu membantu dalam aktivitas kehidupannya. Pada poin ini, transportasi online dirasakan oleh masyarakat luas mampu membantu memberikan kemudahan dalam penyediaan transportasi untuk mobilisasi masyarakat dari rumah ke sekolah, tempat kerja atau bahkan tempat-tempat hiburan lainnya. Kedua, manusia merasa bahwa teknologi baru tersebut mudah untuk digunakan atau dioperasikan. Pada poin ini, transportasi online menyediakan layanan berbasis aplikasi yang sederhana dan mudah digunakan oleh siapa saja dan dapat dibawa kemana saja mereka berada. Kedua hal tersebut, faktanya telah melekat pada layanan transportasi online yang memenuhi ekspektasi dan sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat modern. sehingga dapat kita simpulkan bersama bahwa transportasi online merupakan sebuah terobosan baru yang peka dengan perubahan perilaku masyarakat modern itu sendiri sehingga tidak mengherankan bahwa kehadirannya dalam waktu singkat telah merubah peta industri transportasi nasional. Sebaliknya, selama ini kepekaan terhadap perubahan perilaku masyarakat Indonesia belum dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan sebagai strategi bisnis perusahaan transportasi konvensional.
 
Penulis
Abu Amar Fauzi, S.S., MM.
Dosen Prodi Sarjana Manajemen
STIE Perbanas Surabaya

 

Read 5090 times
Login to post comments

Alamat Kampus

  • Kampus 1: Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya
  • Kampus 2: Jl. Wonorejo Timur 16 Surabaya
  • Telp. 031-5947151, 031-5947152 Fax. 031-5935937
  • Hotline Telp/SMS/WA: 0858 9597 9800
  • email: humas@perbanas.ac.id
Anda disini: Beranda